Handphone hilang di hari Natal

Tepat tanggal 25 Desember jam 1:38 kemarin malam, handphone gue hilang karena ketinggalan di Grabtaxi dan gue baru nyadar setelah beberapa menit taxinya udah pergi. Disaat itu gue kaget,  gatau juga harus ngapain dan gue akhirnya lari ke kamar Ka Darrin buat ngasih tau kalau hp gue ketinggalan di taxi. Kita nyoba buat hubungin hp gue, terus ngetrack pakai google mail dan akhirnya ketahuan kalau hp gue udah di Mandaluyong City which is setengah jam dari dorm gue. Karena jam udah menunjukkan pukul 3.00 pagi, gue memutuskan buat tidur dan besok paginya ke Mandaluyong. Ini kedua kalinya hp gue hilang setelah 4 tahun yang lalu. Disaat 4 tahun yag lalu itu gue depresi, kesal, pengen marah ke semua orang buat melampiaskan kesedihan gue karena hp gue yang hilang. Di saat itu rasanya semua kebenaran Firman Tuhan yang gue tau menguap gitu aja. Tapi setelah 4 tahun, kemarin gue menyadari kalau ada yang berubah dari dalam hati gue, disaat hp gue hilang, gue ngerasa lebih damai dan secure banget.

Dari peristiwa ini gue belajar lagi, kenapa ya dulu gue bisa ngerasa sedih parah bahkan depresi pas hp gue hilang? Kenapa ya dulu gue bisa se kesal itu ?

Jawabannya adalah karena gue merasa insecure. Gue menggantungkan hidup gue sama hp gue, kalau hp gue hilang rasanya hidup gue hilang juga. Gue ngerasa kosong setelah hp gue hilang.

Ah lu lebay, kan cuma hp doang. Gampang dah tinggal beli yang baru doang.

Gampang sih bilangnya saat lu bukan di posisi orang yang kehilangan.  Coba sekarang lu ngebayangin lagi kehilangan sesuatu yang paling berharga di hidup lu, apakah lu yakin bisa tetap baik-baik aja? Bagi gue dulu hp gue itu sangat berharga. Contoh lain, banyak banget orang-orang terutama anak muda yang mungkin menggantungkan harapannya ke pasangan, disaat pasangannya pergi dia bahkan ga segan-segan buat mengakhiri hidupnya karena ngerasa kalau hidupnya udah ga berharga lagi tanpa pasangannya itu. INI REAL LOH.

Tapi sekarang gue sadar bahwa ada hal yang lebih berharga dari sekedar hp bahkan hidup gue yaitu Tuhan Yesus. Bagi gue, Yesus itu yang paling berharga di hidup gue sekarang. Gue nyadar kalau segala sesuatu yang ada di bumi ini tuh ga kekal. Suatu saat barang kesayangan lu bakal rusak, hilang atau di curi orang, suatu saat  orang yang paling lu kasihi akan pergi meninggalkan lu, bahkan harta yang lu kumpulin juga ga selamanya bakal ada bersama lu.

Gue jadi paham sama ayat yang bilang untuk “Do not lay up for yourselves treasures on earth, where moth and rust destroy and where thieves break in and steal, but lay up for yourselves treasures in heaven, where neither moth nor rust destroys and where thieves do not break in and steal. For where your treasure is, there your heart will be also (Matthew 6:19-21)”

WOW! Sekeren itu ya Tuhan itu! Dia bukan hanya jadi Bapa yang ga segan buat datang ke dunia untuk menyelamatkan hidup gue tapi Dia juga ngajarin gue hal-hal kecil yang membawa hidup gue itu jadi lebih bahagia dan fulfilled! Gue jadi makin ngerti bahwa FirmanNya itu ada bukan buat hidup gue  jadi makin banyak aturan tapi malah buat gue bisa menjalani hidup yang lebih berkualitas 🙂

Gue inget pas dulu gue marah karena hp gue hilang, toh kemarahan ga merubah segala sesuatu kan ya yang ada malah hati gue yang makin sakit dan sedih. Tapi setelah gue belajar untuk lebih kenal Tuhan, wahh! Hidup gue bener-bener diubahkan. Yang dari awalnya marah, sekarang pas kehilangan jadi tetap sukacita!

Emang sih ga sebentar dan semudah itu buat berubah, gue aja butuh 4 tahun untuk diajar sama Tuhan. Tapi gue yakin buat setiap kerendahan hati yang kita kasih untuk belajar Firman Tuhan dan melakukannya, ga ada yang sia-sia. Sadar ga sadar, perlahan tapi pasti Firman itu mengubahkan hati dan kehidupan kita loh!

Apalagi ditambah dengan kehadiran orang-orang yang mempercayai kalau kita bisa diubahkan Tuhan dan terus berdoa bagi diri kita. Makanya gue seneng banget punya komunitas yang terus bisa menguatkan dan mendoakan satu dengan yang lainnya. Belajar Firman dan bertumbuh bersama! 🙂 Ohiya, gue jg bukan bilang kalau kita gausah mengasihi pasangan kita loh ya, perintah Tuhan itu adalah tetap mengasihi Tuhan dan sesama. Yang bener adalah jangan menggantungkan harapanmu kepada manusia. Semua orang berpotensi untuk mengecewakan kita termasuk pasangan. Tapi ketika kita bisa sama-sama memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita, kekecewaan itu bukan merusak hidup kita tapi malah mengajar kita untuk mengasihi pasangan kita lebih lagi seperti Tuhan Yesus yang mengasihi kita tanpa syarat! Wahh keren ya hidup dalam Tuhan itu :’)

Pagi ini aku dapat Firman Tuhan yang bilang “Blessed is the man who trusts in the LORD, whose trust is the LORD, He is like a tree planted by water, that sends out its roots by the stream, and does not fear when heat comes, for its leaves remain green, and is not anxious in the year of drought, for it does not cease to bear fruit (Jeremiah 17:7-8)”

Tuhan Yesus itu  keren banget! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s